Bali River Rafting Blog

Ubud Monkey Forest Bali

6 May 2014

Jika liburan ke Bali, luangkan waktu untuk mengunjungi desa wisata Ubud. Disamping bisa menikmati alam pedesaan bernuansa Bali, kita juga bisa menikmati wisata satwa kera dengan berkunjung ke Mandala Wisata Wenara Wana yang lebih terkenal dengan sebutan Ubud Monkey Forest yang memiliki suasana sejuk, rindang dan indah tertata. Ribuan pohon berbagai jenis tubuh subur, monyek sebagai penghuninya sangat lucu, suka bercanda dan sesekali bergelantungan di ranting pohon.

Objek wisata ini menjadi habitat bagi kera berekor panjang (macaca fascicularis) ada yang bermalas-malasan di tepi jalan, ada yang menendong bayi, ada yang mandi bermain air di telaga di tenggah objek wisata. Kisah aneka aktivitas kera inilah menjadi daya tarik untuk mengunjungi hutan kera yang terdapat di Desa Padang Tegal Ubud ini.

bali ubud monkey forest

Bagi masyarakat Ubud dan Bali, kera-kera yang terdapat di hutan kera sangat dikeramatkan dan dianggap suci yang sangat dilindungi. Masyarakat percaya, kera mampu menjaga keberadaan pura untuk melawan energi negative dan jiwa jahat. Di kawasan Ubud Monkey Forest terdapat 3 pura, diantaranya Pura Dalem Agung, Pura Prajapati dan Pura Beji diperkirakan sudah ada kisaran abad ke 14 M.

Pura Beji yang terletak dekat sungai kecil memiliki sebuah kolam kecil tempat untuk menyucikan diri. Bagi masyarakat Ubud kolam kecil ini memiliki mitos unik. Bagi siapa / pengunjung yang berdoa lalu melempar koin ke kolam ini, doanya akan terkabulkan. Masyarakat juga percaya kalau hutan itu sebagai tempat untuk berhubungan dengan dunia spiritual. Bukti pesona alam Ubud Monkey Forest saat terlihat pada shooting film Eat Pray and Love yang dibintangi Julia Robert. Sang pemeran utama bersepeda dibawah rindangnya pepohonan dengan menebar senyum riang.

Objek wisata Ubud Moneky Forest sudah menjadi favorit bagi kunjungan wisatawan local maupun asing. Wisatawan asing tidak hanya memanfaatkan Ubud Monkey Forest sebagai tempat berlibur, juga sebagai tempat pusat studi tentang hemat primate khususnya kera berekor panjang. Mereka meneliti interaksi antara kera, pengjunjung dan lingkungan.

Kawasan wisata Ubud Monkey Forest ditata dengan apik dan professional. Ini terlihat dari tempat parkir mobil, fasilitas kamar kecil serta bak sampah. Pihak pengelola juga menyediakan pengawas atau pawang kera untuk membantu kenyamanan pengunjung. Ubud Monkey Forest merupakan konservasi alam yang dijaga masyarakat setempat. Kera dan hutan lindung yang menjadi daya tarik dipelihara dengan baik. Kera-kera secara teratus diberikan makan seperti pisang, singkong dan makanan lainnya.

Menurut penjaga, kawasan Ubud Monkey Forest dapat dibagi menjadi 5 kelompok kera. Walau demikian, dalam kesehariannya tidak tinggal dalam satu tempat melainkan berbaur. Apabila ketika diberi makan mereka sama-sama makan ketela, pisang, jagung, mentimun dan daun papaya. Untuk menjadi kelestarian hutan, pihak pengelola juga melalukan secara niskala seperti upacara Tumpek Kandang, upacara yang ditujukan ke bintang dan Tumpek Unduh upacara yang ditujukan pada tanaman.

Menikmati rafting di Sungai Ayung dan dilanjutkan dengan kunjungan ke Puri Ubud, Pasar Seni Ubud dan Ubud Monkey Forest merupakan program wisata petualangan budaya sangat bagus dicoba jika berlibur ke Bali.