Bali River Rafting Blog

Sapi Gerumbungan Karapan Sapi Ala Bali Utara

5 April 2014

Sebagai daerah agraris, Kabupaten Buleleng Bali juga memiliki satu kesenian tradisional yang sudah cukup dikenal. Kesenian tersebut adalah Sapi Gerumbungan. Atraksi ini merupakan warisan para leluhur di Bali Utara.Awal kemunculannya, Sapi Gerumbungan digelar sebagai ungkapan kegembiraan petani pada masa panen melimpah. Kini kesenian itu dipentaskan sebagai atraksi budaya. Meski pementasannya sangat terbatas, warga local maupun wisatawan asing menyukai tradisi ini. Bahkan Sapi Gerumbungan mulai digarap dan menjadi daya dukung pengembangan pariwisata di Bali Utara.

Berbagai sumber menyebutkan pementasan Sapi Gerumbungan tidak sama dengan karapan sapi atau tradisi Makepung di Jembrana, Bali barat. Setiap dipentaskan Sapi Gerumbungan ini menampilkan semua aspek setiap pasang sapi beserta joki yang menunggangi dari belakang. Aspek ini mulai dari jenis sapi, aksesorisnya dan keserasian gerak langkah satu pasang sapi saat diadu di lapangan.

sapi gerumbungan buleleng bali

Dalam tradisi ini tidak semua jenis sapi dipentaskan. Hanya sapi jantan dengan fisik yang kekar. Tak heran, kelompok ternak sapi di Buleleng menyiapkan dengan khusus sapi pejantan yang akan dijadikan bakalan untuk Sapi Gerumbungan. Bahkan, harga sapi bakalan, sapi yang bisa dijadikan Sapi Gerumbungan ini sangat mahal dibandingkan dengan bibit sapi pada umumnya. Bibit sapi ini harus rutin dilatih, sehingga gerak kaki seragam, kepala agak menongak keatas dan ekor sapi melengkung.

Selain jenis sapi, petani yang ikut pentas Sapi Gerumbungan ini mempersiapkan sapid an aksesorisnya. Aksesoris ini mulai dari okokan besar yang diikat pada leher sapi, uga dna batang kayu sebagai dukungan joki harus dihias rapi. Bahkan kelompok ini mengeluarkan dana yang cukup mahal untuk bisa tampil pada pementasan Sapi Gerumbungan.

Pementasan Sapi Gerumbungan bisa dibilang jarang belakangan ini. Bahkan tradisi ini hanya dipentaskan pada saat perayaan HUT Kota Singaraja. Biasanya pementasan Sapi Gerumbungan dipusatkan di lapangan Desa Kaliasem, kecamatan Banjar. Lantaran pementasan cukup jarang, warga local dan wisatawan asing yang kebetulan berlibur di Bali Utara ramai menyaksikan pementasan tradisi yang satu ini.

Khusus untuk wisatawan tidak hanya menyaksikan, mereka juga ditawarkan untuk menunggangi Sapi Gerumbungan dengan tetap dipandu oleh pemiliknya. Wisatawan mengaku puas karena cukup menghibur dan tradisi ini tidak dapat ditemukan di tempat lain.